widgets

Rabu, 04 Desember 2013

PENGERTIAN DAN TAHAPAN PERUMUSAN MANAJEMEN STRATEGI


BAB I
PENDAHULUAN

       1.1    Latar Belakang
Manajemen strategis adalah seni dan ilmu  penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapat sasarannya. Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring dengan adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian dan revisi.
Pertimbangan global praktis berdampak pada keputusan strategis, batas-batas negara diabaikan. Untuk mengetahui dan menghargai dunia dari perspektif orang lain telah menjadi masalah hidup atau mati untuk bisnis. Dengan demikian perlu adanya kegiatan dalam pengambilan keputusan yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan yang ada di sekitar sehingga perlunya adanya manajemen strategi.





1.2. Perumusan Masalah
a.       Apa Pengertian dari Perumusan Sanajemen Strategi.
b.      Bagaimana Tahapan Perumusan Manajemen Strategi.
c.       Bagaimana Pengaruh Perumusan Strategi Pada Perusahaan.
1.3. Manfaat 
  1.  Mahasiswa menegrti definisi dari Perumusan Sanajemen Strategi.
  2. Mahasiswa mengerti  Tahapan2 Perumusan Manajemen Strategi.
  3. Mahasiswa mengertiengaruh Perumusan Strategi.




















BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Landasan Teori
        Manajemen Strategi
Manajemen strategik merupakan suatu proses yang dinamik karena berlangsung secara terus-menerus dalam suatu organisasi. Setiap strategi selalu memerlukan peninjauan ulang dan bahkan mungkin perubahan dimasa depan.
Salah satu alasan utama mengapa demikian halnya ialah karena kondisi yang dihadapi oleh satu organisasi, baik yang sifatnya internal maupun eksternal selalu berubah-ubah pula. Dengan kata lain strategi manajemen dimaksudkan agar organisasi menjadi satuan yang mampu menampilkan kinerja tinggi karena organisasi yang berhasil adalah organisasi yang tingkat efektifitas dan produktivitasnya makin lama makin tinggi.
Manajemen strategik berkaitan dengan upaya memutuskan persoalan strategi dan perencanaan, dan bagaimana strategi tersebut dilaksanakan dalam praktek. Manajemen strategik dapat dipandang sebagai hal yang mencakup tiga macam elemen utama.Terdapat adanya analisis strategik dimana penyusun strategi (strategis) yang bersangkutan berupaya untuk memahami posisi strategik organisasi yang bersangkutan. Terdapat pula adanya pilihan strategik yang berhubungan dengan perumusan aneka macam arah tindakan, evaluasi, dan pilihan antara mereka. Akhirnya terdapat pula implementasi strategi yang berhubungan dengan merencanakan bagaimana pilihan strategi dapat dilaksanakan
Ketiga macam pendekatan dirangkumkan dalam gambar berikut:
Analisis Strategik

                                        
Pilihan Strategik                                                                          Implementasi Strategi



Gambar 1: Sebuah Model Dasar Dari Proses Manajemen Strategik
 Don Harvey dalam bukunya yang berjudul : ”Business policy and Strategic Management ”, menyatakan pandangan-pandangan berikut tentang manajemen strategik. Manajemen strategik berhubungan dengan proses memilih strategi dan kebijakan dalam rangka upaya memaksimasi sasaran-sasaran organisasi yang bersangkutan. Manajemen strategik meliputi semua aktivitas yang menyebabkan timbulnya perumusan sasaran-sasaran organisasi, strategi-strategi dan pengembangan rencana-rencana, tindakan-tindakan dan kebijakan untuk mencapai sasaran-sasaran strategik tersebut untuk organisasi yang bersangkutan secara total. Adapun fokus manajemen strategik adalah pada lingkungan eksternal dan pada operasi-operasi pada masa datang.
Manajemen strategik mendeterminasi arah jangka panjang organisasi yang bersangkutan dan menghubungkan sumber-sumber daya organisasi yang ada dengan peluang-peluang pada lingkungan yang lebih besar.Manajemen Strategis (Strategic Management) merupakan kumpulan keputusan dan tindakan yang digunakan dalam penyusunan dan implementasi strategi yang akan menghasilkan kesesuaian superior yang kompetitif antara organisasi dan lingkungannya, untuk meraih tujuan organisasi.
Manajemen strategik adalah seni dan ilmu untuk ‘formulasi-implementasi dan evaluasi’ keputusan-keputusan yang bersifat lintas fungsional, yang digunakan sebagai panduan tindakan bagifungsi SDM, pemasaran keuangan, produksi, dan lain-lain agar organisasi dapat mencapai tujuannya (Fred R. David). Keputusan-keputusan yang bersifat lintas fungsional inilah yang dapat ditafsirkan sebagai strategi.
Manajemen strategik juga dapat dipandang sebagai proses untuk mengelola strategi agar rumusan strategi dapat dijalankan dengan baik sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Seperti kegiatan manajemen yang lain, kegiatan mengelola strategi perlu kegiatan PDCA (Planning-Doing-Controlling-Actuating), sehingga keseluruhan kegiatan manajemen strategi menjadi seperti yang ditunjukkan oleh gambar, manajemen srategi PDCA, yaitu terdiri dari kegiatan Perumusan Strategi, Pelaksanaan atau Implementasi Strategi, Evaluasi dan Pengendalian Strategi serta Tindakan Perbaikan terhadap Rumusan dan Implementasi Strategi.
Dengan manajemen strategi tersebut diharapkan strategi benar-benar dapat dikelola sehingga strategi dapat diimplementasikan untuk mewarnai dan mengintegrasikan semua keputusan dan tindakan dalam organisasi. Dengan demikian manajemen strategik dapat didefinisikan sebagai berikut:”Manajemen strategik adalah proses mengelola strategi yang terdiri dari tahapan perumusan-implementasi-evaluasi/pengendalian-perbaikan strategi, dengan tujuan agar strategi dapat diimplementasikan sehingga mewarnai dan mengintegrasikan semua keputusan dan tindakan dalam organisasi”

2.2. Perumusan strategi
Tahapan manajemen strategik diawali dengan perumusan strategi. Perumusan strategi adalah proses memilih Pola Tindakan Utama (strategi) untuk mewujudkan visi organisasi. Proses pengambilan keputusan untuk menetapkan strategi seolah merupakan konsekuensi mulai dari penetapan visi-misi-tujuan jangka panjang-swot-strategi. Kenyataannya perumusan strategi dapat dimulai dari mana saja, bisa dimulai dari SW, OT atau bahkan dari strategi itu sendiri. Namun yang terpenting, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2, strategi dan kesesuaian; pilihan strategi akhirnya harus saling sesuai dengan Peluang-Ancaman yang ada, Kekuatan-Kelemahan yang dimiliki dan Tujuan (misi-visi-goal) yang ingin dicapai.

Goal
Visi / Misi
Kondisi Internal
Kondisi Eksternal






                                               Kesesuaian
                                                          Strategi






                          Gambar 2. Keseuaian dan Strategi




Strategi akan dirumuskan melalui tahapan utama sebagai berikut:
a.      Menururt Tedjo Tripomo.
1.      Analisis Arah, yaitu untuk menentukan visi-misi-tujuan jangka panjang yang ingin dicapai organisasi.
2.      Analisis Situasi, yaitu tahapan untuk membaca situasi dan menentukan Kekuatan Kelemahan peluang Ancaman yang akan menjadi dasar perumusan straetegi.
3.      Penetapan Strategi, yaitu tahapan untuk identifikasi alternatif dan memilih strategi yang akan dijalankan organisasi.(Tripomo.Tedjo.(2005:28) Manajemen Strategi
Untuk mencapai daya saing strategis dan memperoleh hasil sesuai dalam rencana organisasi, perusahaan harus menganalisa lingkungan eksternal, mengidentifikasi peluang dan ancaman dalam lingkungan tersebut, menentukan mana di antara sumber daya internal dan kemampuan yang dimiliki yang merupakan kompetensi intinya, dan memilih strategi yang cocok untuk diterapkan (strategic formulation).
b.        Menururt Hariyadi
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik. (Hariadi, 2005 Indriyo, Gitosudarmo,2001. Manajemen strategis. Yogyakarta:BPFE).
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
1.      Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.
2.      Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
3.      Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4.      Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
5.      Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. (Hariadi, 2005).

c.         Menururt Purwanto

ANALISIS LINGKUNGAN
MAKRO
ANALISIS LINGKUNGAN
INDUSTRI
PENENTUAN BISNIS
misi, visi, keyakinan dasar, nilai
dasar, dan tujuan
(goals)
ANALISIS INTERN
(Kompetensi inti
dan kelemahan)
ANALISIS EKSTERN
(Peluang dan ancaman)

ANALISIS PORTOFOLIO KORPORAT
KORPORKooAT
PORTOFOLIO
KORPORAT


PERUMUSAN PELUANG
DAN MASALAH UTAMA

PERUMUSAN
STRATEGI

 












Gambar 2. Langkah-Langkah Perumusan Strategi (Edi Purwanto)




Proses manajemen strategik diawali dengan perumusan strategi. Strategi adalah pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi, melalui misi, strategi dirumuskan melalui tujuh tahap utama berikut ini:
1.Identifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan.
2.Penentuan misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar dan tujuan ( goals )
3.Analisis SWOT ( strenght, weaknesses, opportunity and threaths)
4.Analisis portofolio
5.Perumusan peluang dan masalah utama
6.Identifikasi & evaluasi alternatif strategi
7.Perumusan strategi (Edi Purwanto)
Disamping perumusan strategi, manajemen strategi juga mencakup implementasi strategi, yang terdiri dari lima tahap utama:
1.Perencanaan strategik
2.Penyusunan program
3.Penyusunan anggaran
4.Implementasi
5.Pemantauan
Strategi digunakan untuk menyediakan customer value terbaik guna mewujudkan visi organisasi. Di masa lalu, strategi perusahaan lebih dipacu untukp menghadapi pesaing, sehingga perhatian manajemen tidak difokuskan untuk menghasilkan value terbaik bagi customer. Untuk mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya, perusahaan harus mampu berbeda (disinct)dari pesaing. Oleh karena itu perusahaan harus mampu menghasilkan value terbaik bagi customer, agar produk dan jasa mereka yang dihasilkan di perusahaan dipilih oleh customers.

Posisi Perumusan Strategi
Posisi Penting Perumusan Strategi Dalam Sistem Manajemen Strategik.Dalam manajemen strategi, perumusan strategi merupakan tahap pertama yang harus dilakukan
dalam membangun masa depan organisasi. Tahap pertama ini sangat menentukan kelangsungan hidup dan kemapuan perusahaan untuk berkembang di masa depan.


Perumusan strategi menduduki posisi penting berikut ini:
1.      Memungkinkan organisasi melakukan trendwattching and envisioning lingkungan makro dan lingkungan industri.
2.      Digunakan untuk menetapkan strategi yang memungkinkan organisasi memasuki lingkungan makro dan lingkungan industri.
Perumusan strategi dapat diibaratkan sebagai change sensing radar untuk memantau
secara terus menerus trend perubahan yang terjadi di lingkungan makro dan lingkungan
industri, sehingga perusahhan bisa melakukan penyesuaian atau perubahan terhadap misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar, tujuan, dan atau strategi sejalan dengan tuntutan perubahan lingkungan yang dimasuki oleh perusahaan. Di samping hal tersebut juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan perencanaan masa depannya berdasarkan filosofi : creating the future from the future.
Adapun kekuatan penting yang dihasilkan dari perumusan strategi yang sangat menentukan kelangsungan hidup suatu perusahaan adalah :
a.       Hasil analisis lingkungan makro dan lingkugan industri yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan.
b.      Misi organisasi
c.       Visi organisasi
d.      Keyakinan dasar dan nilai dasar organisasi
e.       Tujuan (goals)
f.       Strategi untuk mewujudkan visi dan tujuan organisasi.











BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN dan Saran
1.      Organisasi perusahaan sekarang dan di masa depan menghadapi lingkungan yang dinamis, yang mengalami perubahan dengan pesat, sehingga memerlukan pertimbangan terbaik di dalam membawa organisasi menuju masa depan. Pertimbangan terbaik hanya dapat dilakukan jika manajemen strategik dilaksanakan.
2.      Dengan semakin kompleksnya operasi perusahaan dan semakin kompleks serta turbulenya lingkungan bisnis yang dihadapi perusahaan, manajemen puncak tidak lagi mampu memikul sendiri tanggung jawab atas jalanya perusahaan.
3.      Manajemen strategik perlu mengikutsertakan manajemen bawah dan karryawan untuk merumuskan dan mengimplementasikan hasilnya.
4.      Manajemen strategik tidak hanya menggunakan perumusan strategi untuk menghasilkan keluaran berupa hasil analisis lingkungan makro dan lingkungan industri, misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar, tujuan dan strategi.
5.      Perumusan strategi digunakan untuk memantau trend perubahan lingkungan makro dan lingkungan industri untuk:
a.    Mengevaluasi kesesuaian misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar, tujuan,
    dan strategi organisasi dengan kondisi lingkungan makro dan lingkungan industri Dari hasil pemantauan terbaru
b.    Mengevaluasi kesesuaian rencana jangka panjang dan jangka pendek yang diimplementasikan dengan kondisi lingkungan makro dan lingkungan industri dari hasil pemantauan terbaru.



















DAFTAR PUSTAKA


Tripomo.Tedjo.(2005:28) Manajemen Strategi.
Supriyono,1996.Manajemen Strategi dan Kebijaksanaan Bisnis. Yogyakarta:BPFE.
Edi Purwanto dalam stiewijayamulya. ac. id/jurnal/index .php / akademika /article/ view/ 17/14.
http://mayaismaini.blogspot.com/2011/12/makalah-manajemen-strategik.html
http://bintangkecil44.blogspot.com/2012/10/manfaat-dan-tujuan-manajemen.html httpp://repository.unhas.ac.id/bitstream/.../BAB%25202.pdf